background img
-->

The New Stuff



Pengukuran dan pematokan
Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu : daftar harga sepatu safety bisa menjadi solusi untuk kamu yang sedang mencari sepatu safety.
1) Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja secara umum,
2) Terluka akibat kondisi dan penggunaan meteran yang salah,
3) Kecelakaan akibat pengaturan lalu lintas kurang baik,
4) Kecelakaan akibat jenis dan cara penggunaan peralatan,
5) Kecelakaan akibat metode pemasangan patok.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengukuran danPematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
1) Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,
2) Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan meteran yang sesuai denganstandar,
3) Pengaturan lalu lintas harus sesuai dengan standar,
4) Alat dan cara menggunakan harus benar sesuai dengan standar,
5) Pemasangan patok harus benar dan sesuai dengan syarat.


Penggalian
Pekerjaan Penggalian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Kecelakaan terkena alat gali (cangkul, balencong dll.) akibat jarak antar penggali terlaludekat,
2) Terluka karena terkena pecahan batu hasil galian,
3) Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasimaupun di tempat pembuangan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Penggalian padaPekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
1) Jarak antara penggali harus aman,
2) Bila penggalian dilakukan pada cuaca gelap atau malam hari harus menggunakan lampupenerangan yang cukup,
3) Penggalian harus dilakukan oleh orang yang ahli dengan metode yang benar,
4) Operasional alat berat harus dilakukan sesuai dengan standar.

Pembuangan bahan galian
Pekerjaan Pembuangan Bahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
Kecelakaan akibat tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan PembuanganBahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
Tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan tidak boleh terlalu lama

Pekerjaan galian struktur dengan kedalaman 4-6 meter



Pengukuran dan pematokan
Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu : daftar harga sepatu safety bisa menjadi solusi untuk kamu yang sedang mencari sepatu safety.
1) Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja secara umum,
2) Terluka akibat kondisi dan penggunaan meteran yang salah,
3) Kecelakaan akibat pengaturan lalu lintas kurang baik,
4) Kecelakaan akibat jenis dan cara penggunaan peralatan,
5) Kecelakaan akibat metode pemasangan patok.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengukuran danPematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
1) Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,
2) Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan meteran yang sesuai denganstandar,
3) Pengaturan lalu lintas harus sesuai dengan standar,
4) Alat dan cara menggunakan harus benar sesuai dengan standar,
5) Pemasangan patok harus benar dan sesuai dengan syarat.


Penggalian
Pekerjaan Penggalian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Kecelakaan terkena alat gali (cangkul, balencong dll.) akibat jarak antar penggali terlaludekat,
2) Terluka karena terkena pecahan batu hasil galian,
3) Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasimaupun di tempat pembuangan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Penggalian padaPekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
1) Jarak antara penggali harus aman,
2) Bila penggalian dilakukan pada cuaca gelap atau malam hari harus menggunakan lampupenerangan yang cukup,
3) Penggalian harus dilakukan oleh orang yang ahli dengan metode yang benar,
4) Operasional alat berat harus dilakukan sesuai dengan standar.

Pembuangan bahan galian
Pekerjaan Pembuangan Bahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman4-6 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
Kecelakaan akibat tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan PembuanganBahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 4-6 meter yaitu :
Tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan tidak boleh terlalu lama


Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) (1962) seperti dikutip oleh Anizar (2009) mengklasifikasikan kecelakaan akibat kerja antara lain : Jual sepatu safety jakarta bisa menjadi solusi untuk kamu.

1) Klasifikasi menurut jenis pekerjaan :
a. Terjatuh
b. Tertimpa benda jatuh
c. Tertumbuk atau terkena benda-benda, terkecuali benda jatuh
d. Terjepit oleh benda
e. Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
f. Pengaruh suhu tinggi
g. Terkena arus listrik
h. Kontak dengan bahan-bahan berbahaya atau radiasi
i. Jenis-jenis lain termasuk kecelakaan-kecelakaan yang data-datanya tidak cukup atau kecelakaankecelakaan lain yang belum masuk klasifikasi kecelakaan diatas.

2) Klasifikasi menurut penyebab :
1. Mesin : pembangkit tenaga, terkecuali motor-motor listrik, Mesin penyalur, mesin-mesin untuk mengerjakan logam, mesin-mesin pengolah kayu, mesin-mesin pertanian, mesin-mesin pertambangan, mesin-mesin lain yang tidak termasuk klasifikasi tersebut.
2. Alat angkut dan alat angkat : mesin angkat dan peralatannya, alat angkutan diatas rel, alat angkutan lain yang beroda, terkecuali kereta api, alat angkutan udara, alat angkutan air, alat-alat angkutan lain.
3. Peralatan lain : bejana bertekanan, dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin, instalasi listrik termasuk motor listrik tetapi dikecualikan alat-alat listrik tangan, alat-alat listrik (tangan), alat-alat kerja dan perlengkapannya, kecuali alat-alat listrik, tangga, perlatan lain yang belum termasuk klasifikasi
tersebut.
4. Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi : bahan peledak, debu, gas, cairan dan zat-zat kimia terkecuali bahan peledak, benda-benda melayang, radiasi, bahan dan zat lain yang belum termasuk golongan tersebut.
5. Lingkungan kerja : di luar bangunan, di dalam bangunan, di bawah tanah

3) Klasifikasi Menurut Sifat Luka atau Kelainan
a. Patah tulang
b. Dislokasi/kaseleo
c. Regang otot/urat
d. Memar dan luka dalam yang lain
e. Amputasi
f. Luka-luka lain
g. Luka dipermukaan
h. Gegar dan remuk
i. Luka bakar
j. Keracunan-keracunan mendadak
k. Mati lemas
l. Pengaruh arus listrik
m. Pengaruh radiasi
n. Luka-luka yang banyak dan berlainan sebabnya

4) Klasifikasi menurut Letak Kelainan atau Luka di Tubuh
a. Kepala
b. leher

Klasifikasi Kecelakaan Akibat Kerja


Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) (1962) seperti dikutip oleh Anizar (2009) mengklasifikasikan kecelakaan akibat kerja antara lain : Jual sepatu safety jakarta bisa menjadi solusi untuk kamu.

1) Klasifikasi menurut jenis pekerjaan :
a. Terjatuh
b. Tertimpa benda jatuh
c. Tertumbuk atau terkena benda-benda, terkecuali benda jatuh
d. Terjepit oleh benda
e. Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
f. Pengaruh suhu tinggi
g. Terkena arus listrik
h. Kontak dengan bahan-bahan berbahaya atau radiasi
i. Jenis-jenis lain termasuk kecelakaan-kecelakaan yang data-datanya tidak cukup atau kecelakaankecelakaan lain yang belum masuk klasifikasi kecelakaan diatas.

2) Klasifikasi menurut penyebab :
1. Mesin : pembangkit tenaga, terkecuali motor-motor listrik, Mesin penyalur, mesin-mesin untuk mengerjakan logam, mesin-mesin pengolah kayu, mesin-mesin pertanian, mesin-mesin pertambangan, mesin-mesin lain yang tidak termasuk klasifikasi tersebut.
2. Alat angkut dan alat angkat : mesin angkat dan peralatannya, alat angkutan diatas rel, alat angkutan lain yang beroda, terkecuali kereta api, alat angkutan udara, alat angkutan air, alat-alat angkutan lain.
3. Peralatan lain : bejana bertekanan, dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin, instalasi listrik termasuk motor listrik tetapi dikecualikan alat-alat listrik tangan, alat-alat listrik (tangan), alat-alat kerja dan perlengkapannya, kecuali alat-alat listrik, tangga, perlatan lain yang belum termasuk klasifikasi
tersebut.
4. Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi : bahan peledak, debu, gas, cairan dan zat-zat kimia terkecuali bahan peledak, benda-benda melayang, radiasi, bahan dan zat lain yang belum termasuk golongan tersebut.
5. Lingkungan kerja : di luar bangunan, di dalam bangunan, di bawah tanah

3) Klasifikasi Menurut Sifat Luka atau Kelainan
a. Patah tulang
b. Dislokasi/kaseleo
c. Regang otot/urat
d. Memar dan luka dalam yang lain
e. Amputasi
f. Luka-luka lain
g. Luka dipermukaan
h. Gegar dan remuk
i. Luka bakar
j. Keracunan-keracunan mendadak
k. Mati lemas
l. Pengaruh arus listrik
m. Pengaruh radiasi
n. Luka-luka yang banyak dan berlainan sebabnya

4) Klasifikasi menurut Letak Kelainan atau Luka di Tubuh
a. Kepala
b. leher

1. Penutup Telinga (Ear Muffs)
Penutup telinga (ear muffs) adalah pelindung telinga yang paling aman, biasanya terbuat dari plastik keras berbentuk mangkukyang dikenakan di kepala untuk menutupi telinga. Pelapis lembut dari busa plastik atau cairan kental. Toko sepatu safety di glodok menjual berbagai macam perlengkapan safety.

menmbatasi kebocoran suara yang memasuki telinga. Penutup dari katun dapat digunakan untuk pelapis terutama pada lingkungan yang panas demi kenyamanan pemakai.
Bermacam- macam pengikat kepala digunakan untuk menaruh mangkuk pelindung telinga di tempatnya. Pengikat plastik di sekitar bagian atas kepala merupakan bentuk yang paling sederhana tentu dengan tekanan dan ukuran yang dapat disesuaikan, patut diperhatikan jenis ini tidak cocok bila digunakan bersama helm. Pengikat lembut yang melewati bagian kepala dan mengikat di bagian belakang leher dapat digunakan bersama helm, tetapi hal ini tidak nyaman bila sering dilepas - lepas.
Penutup telinga dapat dilengkapi dengan alat komunikasi. Speaker kecil pada masing - masing mangkuk dapat dihubungkan dengan sistem komunikasi menggunakan radio atau kawat. Volume dari speaker perlu dibatasi untuk mencegah intensitas suara yang berlebih. Sistem ini dapat menyampaikan pesan ataupun informasi pada si pemakai tetapi dapat menghambat pemakai untuk mendengar suara peringatan atau alarm, sirine sehingga perlu diuji dan dipersiapkan alarm yang lebih kencang.

2. Penyumbat Telinga
Penyumbat telinga dipakai dalam saluran telinga dan dapat dilengkapi atau dipisahkan dengan tali atau pengikat ke leher agar tidaktelepas dan hilang. Penyumbat dipakai untuk durasi tinggi (permanen) atau dalam periode singkat (dapat dipakai kembali) atau dipakai sekali saja (dapat dibuang). Penyumbat telinga tidak sesuai untuk semua orang jika pemakai mengalami iritasi atau infeksi telinga penggunaan harus segera dihentikan.
Gambar 10 . Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Sumbat telinga sekali pakai maupun yang dapat dipakai berulang kali dibuat dari material terkompresi seperti plastik. Mereka dapat dipakai oleh sebagaian besar orang tetapi ukuran yang pas dan nyaman merupakan syarat efektifitas pemakaian. Tipe permanen terbuat dari plastik atau karet dan agar mampu melindungi dengan baik harus dipilih dengan teliti untuk ukuran kedua telinga, kadang-kadang diperlukan ukuran yang berbeda untuk masing - masing

telinga. Penyumbat yang dibuat khusus bagi masing - masing individu dari silikon mempunyai tingkat perlindungan yang baik dan nyaman dipakai.
Sumbat telinga yang dapat dipakai kembali harus dibersihkan dan diganti ketika elastisitas dan kemampuan untuk dipakai dengan baik (pas) berkurang.

Perlindungan Mata dan Wajah
Aktivitas yang dapat menyebabkan resiko pada wajah dan mata harus diidentifikasikan bahayanya dan kemudian diperkirakan tingkat resikonya agar dapat diketahui tipe alat pelindung yang dikenakan. Pertimbangan tidak hanya diberikan pada orang yang terlibat langsung dalam proses atau aktivitas tetapi juga mereka yang mungkin melakukan kontak dan ikut beresiko dari bahaya yang ada.
Beberapa aktivitas yang beresiko dan membahayakan wajah dan mata :
1. Bekerja dengan alat berpenggerak yang menyebabkan potongan, partikel, material abrasif terbang
2. Bekerja dengan alat genggam yang menyebabkan potongan, partikel terbang
3. Bekerja dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan luka, iritasi termasuk bekerja dalam pabrik yang mengandung bahan - bahan tersebut
4. Bekerja dengan logam yang dileburkan atau bahan lain yang dileburkan
5. Aktivits pengelasan dimana cahaya dengan intensitas tinggi atau radiasi optis lainnya dikeluarkan padaa tingkat yang dapat mengakibatkan kecelakaan
6. Menggunakan gas atau uap bertekanan
Tipe alat pelindung yang ada diantaranya kacamata, perisai mata, goggles, visor, kerudung, filter las.

1. Kacamata :
pelindung mata berbentuk kacamata mirip dengan kacamata resep tetapi terdapat pelindung di kedua sisi kacamata untuk memberikan perlindungan lateral. Penggunaannya dimaksudkan untuk menahan benturan ringan dan lensanya terbuat dari kaca yang diperkuat atau plastik optis yang berkualitas seperti polikarbonat

Mempunyai berat yang ringan dan dapat ditemui dengan beragam model, beberapa diantaranya menawarkan perlindungan sebaik goggle. Model yang beragam menyebabkan kacamata untuk disesuaikan dengan keinginan pemakainya bahkan saat ini kacamata pelindung ini dapat dilengkapi dengan lensa resep yang sesuai untuk membantu penglihatan.

2. Perisai Mata (Eye Shields) :
berbentuk seperti kacamata pelindung tetapi didesain tanpa bingkai dengan lensa yang menyatu. Penglihatan tidak dapat dibantu seperti pada kacamata pelindung tetapi terdapat beberapa model dapat dipakai bersamaan dengan kacamata resep

3. Goggle :
terdiri atas pita pengikat elastis dan rangka plastik fleksible dimana ditempatkan sebuah lensa tunggal. Memberikan perlindungan yang lebih baik dari kacamata pelindung atau perisai mata karena rangka plastik yang keras menyentuh erat permukaan wajah pemakai. Ventilator berbentuk baffle menyediakan perlindungan terhadap cipratan tetapi terbuka bagi debu, gas dan uap. Untuk melindungi diri dari hal diatas maka diperlukan desain goggle yang lebih lentur tanpa ventilasi dan mampu melekat erat mengikuti kontur wajah pemakai tanpa ada sela.

Beberapa tipe goggle mempunyai lensa mata yang terpisah yang sering ditemukan pada goggle yang diperuntukan bagi pekerjaan pengelasan. Goggle yang hanya dilengkapi filter pengelasan kemungkinan besar tidak mempunyai fitur perlindungan terhadap tumbukan. Jenis yang lebih baik bagi pekerjaan pengelasan dengan gas dengan 2 lapis lensa, yang pertama lensa putih sehingga dapat melihat jelas dan melindungi pemakai dari serpihan logan dan lapisan yang kedua yang merupakan filter las yang dapat dibuka tutup. Perhatian khusus perlu diberikan pada pengelasan dengan listrik yaitu perlindungan terhadap mata dan seluruh wajah karena berhadapan dengan radiasi ultra violet.

4. Perisai Wajah ( Face Shield) :
mempunyai dimensi yang lebih besar dan lebih berat dari bentuk pelindung mata yang lain,biasanya terdiri dari pengikat (headband) dan harnes yang dilengkapi dengan sebuah perisai tembus pandang yang melindungi seluruh wajah, rajutan kawat logam atau berbentuk opal agar dapat dipasangi lensa.
Perisai muka melindungi wajah tetapi tidak melindungi mata sepenuhnya, alat ini tidak menyediakan perlindungan akan debu, gas, kabut, dan uap. Desain yang baik menyebabkan mereka memberikan perlindungan yang baik kepada tumpahan cairan, dan perlindungan tumbukan yang tinggi.

Visor yang ringan dan saluran udara terkompresi sering digunakan oleh juru cat semprot untuk menghindari masuknya pelarut cat ataupun komponen yang beracun dari cat ke sistem pernafasan mereka, tetapi tidak memberikan perlindungan yang baik terhadap tumbukan. Pada lingkungan yang panas dimana tingkat radiasi panas tinggi dapat dilengkapi dengan lensa yang mempunyai lapisan logam reflektif yang digunakan untuk melindungi mata dari radiasi inframerah.

Jenis Peralatan Perlindungan Pendengaran

1. Penutup Telinga (Ear Muffs)
Penutup telinga (ear muffs) adalah pelindung telinga yang paling aman, biasanya terbuat dari plastik keras berbentuk mangkukyang dikenakan di kepala untuk menutupi telinga. Pelapis lembut dari busa plastik atau cairan kental. Toko sepatu safety di glodok menjual berbagai macam perlengkapan safety.

menmbatasi kebocoran suara yang memasuki telinga. Penutup dari katun dapat digunakan untuk pelapis terutama pada lingkungan yang panas demi kenyamanan pemakai.
Bermacam- macam pengikat kepala digunakan untuk menaruh mangkuk pelindung telinga di tempatnya. Pengikat plastik di sekitar bagian atas kepala merupakan bentuk yang paling sederhana tentu dengan tekanan dan ukuran yang dapat disesuaikan, patut diperhatikan jenis ini tidak cocok bila digunakan bersama helm. Pengikat lembut yang melewati bagian kepala dan mengikat di bagian belakang leher dapat digunakan bersama helm, tetapi hal ini tidak nyaman bila sering dilepas - lepas.
Penutup telinga dapat dilengkapi dengan alat komunikasi. Speaker kecil pada masing - masing mangkuk dapat dihubungkan dengan sistem komunikasi menggunakan radio atau kawat. Volume dari speaker perlu dibatasi untuk mencegah intensitas suara yang berlebih. Sistem ini dapat menyampaikan pesan ataupun informasi pada si pemakai tetapi dapat menghambat pemakai untuk mendengar suara peringatan atau alarm, sirine sehingga perlu diuji dan dipersiapkan alarm yang lebih kencang.

2. Penyumbat Telinga
Penyumbat telinga dipakai dalam saluran telinga dan dapat dilengkapi atau dipisahkan dengan tali atau pengikat ke leher agar tidaktelepas dan hilang. Penyumbat dipakai untuk durasi tinggi (permanen) atau dalam periode singkat (dapat dipakai kembali) atau dipakai sekali saja (dapat dibuang). Penyumbat telinga tidak sesuai untuk semua orang jika pemakai mengalami iritasi atau infeksi telinga penggunaan harus segera dihentikan.
Gambar 10 . Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Sumbat telinga sekali pakai maupun yang dapat dipakai berulang kali dibuat dari material terkompresi seperti plastik. Mereka dapat dipakai oleh sebagaian besar orang tetapi ukuran yang pas dan nyaman merupakan syarat efektifitas pemakaian. Tipe permanen terbuat dari plastik atau karet dan agar mampu melindungi dengan baik harus dipilih dengan teliti untuk ukuran kedua telinga, kadang-kadang diperlukan ukuran yang berbeda untuk masing - masing

telinga. Penyumbat yang dibuat khusus bagi masing - masing individu dari silikon mempunyai tingkat perlindungan yang baik dan nyaman dipakai.
Sumbat telinga yang dapat dipakai kembali harus dibersihkan dan diganti ketika elastisitas dan kemampuan untuk dipakai dengan baik (pas) berkurang.

Perlindungan Mata dan Wajah
Aktivitas yang dapat menyebabkan resiko pada wajah dan mata harus diidentifikasikan bahayanya dan kemudian diperkirakan tingkat resikonya agar dapat diketahui tipe alat pelindung yang dikenakan. Pertimbangan tidak hanya diberikan pada orang yang terlibat langsung dalam proses atau aktivitas tetapi juga mereka yang mungkin melakukan kontak dan ikut beresiko dari bahaya yang ada.
Beberapa aktivitas yang beresiko dan membahayakan wajah dan mata :
1. Bekerja dengan alat berpenggerak yang menyebabkan potongan, partikel, material abrasif terbang
2. Bekerja dengan alat genggam yang menyebabkan potongan, partikel terbang
3. Bekerja dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan luka, iritasi termasuk bekerja dalam pabrik yang mengandung bahan - bahan tersebut
4. Bekerja dengan logam yang dileburkan atau bahan lain yang dileburkan
5. Aktivits pengelasan dimana cahaya dengan intensitas tinggi atau radiasi optis lainnya dikeluarkan padaa tingkat yang dapat mengakibatkan kecelakaan
6. Menggunakan gas atau uap bertekanan
Tipe alat pelindung yang ada diantaranya kacamata, perisai mata, goggles, visor, kerudung, filter las.

1. Kacamata :
pelindung mata berbentuk kacamata mirip dengan kacamata resep tetapi terdapat pelindung di kedua sisi kacamata untuk memberikan perlindungan lateral. Penggunaannya dimaksudkan untuk menahan benturan ringan dan lensanya terbuat dari kaca yang diperkuat atau plastik optis yang berkualitas seperti polikarbonat

Mempunyai berat yang ringan dan dapat ditemui dengan beragam model, beberapa diantaranya menawarkan perlindungan sebaik goggle. Model yang beragam menyebabkan kacamata untuk disesuaikan dengan keinginan pemakainya bahkan saat ini kacamata pelindung ini dapat dilengkapi dengan lensa resep yang sesuai untuk membantu penglihatan.

2. Perisai Mata (Eye Shields) :
berbentuk seperti kacamata pelindung tetapi didesain tanpa bingkai dengan lensa yang menyatu. Penglihatan tidak dapat dibantu seperti pada kacamata pelindung tetapi terdapat beberapa model dapat dipakai bersamaan dengan kacamata resep

3. Goggle :
terdiri atas pita pengikat elastis dan rangka plastik fleksible dimana ditempatkan sebuah lensa tunggal. Memberikan perlindungan yang lebih baik dari kacamata pelindung atau perisai mata karena rangka plastik yang keras menyentuh erat permukaan wajah pemakai. Ventilator berbentuk baffle menyediakan perlindungan terhadap cipratan tetapi terbuka bagi debu, gas dan uap. Untuk melindungi diri dari hal diatas maka diperlukan desain goggle yang lebih lentur tanpa ventilasi dan mampu melekat erat mengikuti kontur wajah pemakai tanpa ada sela.

Beberapa tipe goggle mempunyai lensa mata yang terpisah yang sering ditemukan pada goggle yang diperuntukan bagi pekerjaan pengelasan. Goggle yang hanya dilengkapi filter pengelasan kemungkinan besar tidak mempunyai fitur perlindungan terhadap tumbukan. Jenis yang lebih baik bagi pekerjaan pengelasan dengan gas dengan 2 lapis lensa, yang pertama lensa putih sehingga dapat melihat jelas dan melindungi pemakai dari serpihan logan dan lapisan yang kedua yang merupakan filter las yang dapat dibuka tutup. Perhatian khusus perlu diberikan pada pengelasan dengan listrik yaitu perlindungan terhadap mata dan seluruh wajah karena berhadapan dengan radiasi ultra violet.

4. Perisai Wajah ( Face Shield) :
mempunyai dimensi yang lebih besar dan lebih berat dari bentuk pelindung mata yang lain,biasanya terdiri dari pengikat (headband) dan harnes yang dilengkapi dengan sebuah perisai tembus pandang yang melindungi seluruh wajah, rajutan kawat logam atau berbentuk opal agar dapat dipasangi lensa.
Perisai muka melindungi wajah tetapi tidak melindungi mata sepenuhnya, alat ini tidak menyediakan perlindungan akan debu, gas, kabut, dan uap. Desain yang baik menyebabkan mereka memberikan perlindungan yang baik kepada tumpahan cairan, dan perlindungan tumbukan yang tinggi.

Visor yang ringan dan saluran udara terkompresi sering digunakan oleh juru cat semprot untuk menghindari masuknya pelarut cat ataupun komponen yang beracun dari cat ke sistem pernafasan mereka, tetapi tidak memberikan perlindungan yang baik terhadap tumbukan. Pada lingkungan yang panas dimana tingkat radiasi panas tinggi dapat dilengkapi dengan lensa yang mempunyai lapisan logam reflektif yang digunakan untuk melindungi mata dari radiasi inframerah.


Gerinda merupakan alat vital untuk kita beberapa pekerja fabrikasi konstruksi, pipa dan mekanikal. Selain itu gerinda juga digunakan di beberapa bengkel las, bengkel tralis dan saat ini di proyek bangunanpun juga memakai gerinda untuk memotong batu alam, keramik dsb.

Cara menggunakan gerinda cukup sederhana tinggal tekan ON dan OFF saja, kebanyakan orang dijamin tentu cepat dapat memakainya. Namun yg tidak diakui yaitu bahaya yang muncul karena pemakaian yang salah atau kurang hati-hati.

Cidera yang paling umum yang terkena ketika memakai gerinda yaitu ada percikan partikel atau umum dimaksud 'gram' yang tentang mata. Juga penyebabnya lain yang menyebabkan tangan lecet, tergores dan tidak tutup peluang terjadinya kecelakaan FATAL baik cacat tetaplah atau bahkan juga mengakibatkan kematian.

Tak ada seseorangpun yang dapat bereaksi dengan baik ketika partikel logam atau bahkan juga lempengan cakram (batu gerinda) terbang liar dengan kecepatan 100 km/jam dengan jarak kurang dari 50 cm. Oleh karenanya sebaiknya kita tahu beberapa hal yang dapat mengakibatkan cidera saat memakai gerinda juga langkah antisipasi untuk meminimalkan atau hindari terjadinya kecelakaan. Berikut banyak hal yang perlu Kamu kenali.

KECELAKAAN KERJA SAAT MENGGUNAKAN GERINDA

Kecelakaan kerja yang sering tejadi ketika menggerinda dikarenakan oleh bebrapa tingkah laku yang salah, seperti berikut ini :

  1. Tidak memakai alat pelindung diri/APD seperti sarung tangan, sepatu safety dll.
  2. Tidak tepat cara memakai/memegang gerinda.
  3. Belum punya kebiasaan memakai gerinda.
  4. Salah memakai type atau ukuran cakram/batu gerinda.
  5. Tidak seimbangnya dudukan cakram karena pemasangan yang salah atau kurang cocok pada dudukan.
  6. Tidak sesuainya type gerinda untuk memotong material tertentu.
  7. Memotong yang terlalu keras atau menghimpit berlebihan.
  8. Menggerinda terlalu tinggi diatas kepala.
  9. Getaran dan kecepatan gerinda berlebihan.
  10. Gerinda dalam keadaan lembab atau basah.
  11. Batu gerinda/cakram juga dalam keadaan lembab atau basah. 
  12. Tidak dilakukan kontrol sebelumnya menggerinda baik pada mesin ataupun batu gerindanya. 

Selain beberapa hal itu diatas saya sangka ada banyak sebab-sebab lain yang terlewati.

MENGANTISIPASI TERJADINYA KECELAKAAN KERJA

Beberapa langkah untuk menghadapi terjadinya kecelakaan kerja ketika menggerinda

  1. Pakai APD seperti kacamata, face shield, sarung tangan dan sebagainya.
  2. Jangan melepas safety cover/bagian pelindung cakram.
  3. Selalu check keadaan cakram dari keretakan. Ketuk cakram dengan tangkai obeng, bila terdengar nada cempreng bermakna ada sinyal tanda retak, janganlah digunakan.
  4. Check kecepatan/rpm pada batu gerinda dengan rpm pada mesin gerinda. Rpm batu gerinda harus sama atau semakin besar dari rpm mesin gerinda.
  5. Pastikan benda kerja, dan perlengkapan yang lain telah pada posisi yang benar.
  6. Pakai cakram sesuai sama type dan benda kerjanya.
  7. Pastikan colokan listrik telah dicabut saat menempatkan cakram.
  8. Pemasangan cakram harus tepat pada dudukan dan dikunci rapat.
  9. Pemakaian cakram yng habis optimal 1/3 dari diameter cakram yang baru.
  10. Janganlah pakai baju kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan yang lain yang sangat mungkin jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda.
  11. Janganlah tinggalkan mesin gerinda dalam kondisi hidup, pastikan mesin mati ketika meninggalkan.
  12. Semua Gerinda harus dalam keadaan layak gunakan dan telah diinspeksi. 

Semestinya ada banyak beberapa langkah antisipasi yang belum tersampaikan tetapi sekurang-kurangnya beberapa langkah itu telah cukup untuk meminimalkan bahkan juga hindari terjadinya cidera.

Penyebab Terjadinya Cidera Saat Proses Gerinda dan Cara Mengatasinya


Gerinda merupakan alat vital untuk kita beberapa pekerja fabrikasi konstruksi, pipa dan mekanikal. Selain itu gerinda juga digunakan di beberapa bengkel las, bengkel tralis dan saat ini di proyek bangunanpun juga memakai gerinda untuk memotong batu alam, keramik dsb.

Cara menggunakan gerinda cukup sederhana tinggal tekan ON dan OFF saja, kebanyakan orang dijamin tentu cepat dapat memakainya. Namun yg tidak diakui yaitu bahaya yang muncul karena pemakaian yang salah atau kurang hati-hati.

Cidera yang paling umum yang terkena ketika memakai gerinda yaitu ada percikan partikel atau umum dimaksud 'gram' yang tentang mata. Juga penyebabnya lain yang menyebabkan tangan lecet, tergores dan tidak tutup peluang terjadinya kecelakaan FATAL baik cacat tetaplah atau bahkan juga mengakibatkan kematian.

Tak ada seseorangpun yang dapat bereaksi dengan baik ketika partikel logam atau bahkan juga lempengan cakram (batu gerinda) terbang liar dengan kecepatan 100 km/jam dengan jarak kurang dari 50 cm. Oleh karenanya sebaiknya kita tahu beberapa hal yang dapat mengakibatkan cidera saat memakai gerinda juga langkah antisipasi untuk meminimalkan atau hindari terjadinya kecelakaan. Berikut banyak hal yang perlu Kamu kenali.

KECELAKAAN KERJA SAAT MENGGUNAKAN GERINDA

Kecelakaan kerja yang sering tejadi ketika menggerinda dikarenakan oleh bebrapa tingkah laku yang salah, seperti berikut ini :

  1. Tidak memakai alat pelindung diri/APD seperti sarung tangan, sepatu safety dll.
  2. Tidak tepat cara memakai/memegang gerinda.
  3. Belum punya kebiasaan memakai gerinda.
  4. Salah memakai type atau ukuran cakram/batu gerinda.
  5. Tidak seimbangnya dudukan cakram karena pemasangan yang salah atau kurang cocok pada dudukan.
  6. Tidak sesuainya type gerinda untuk memotong material tertentu.
  7. Memotong yang terlalu keras atau menghimpit berlebihan.
  8. Menggerinda terlalu tinggi diatas kepala.
  9. Getaran dan kecepatan gerinda berlebihan.
  10. Gerinda dalam keadaan lembab atau basah.
  11. Batu gerinda/cakram juga dalam keadaan lembab atau basah. 
  12. Tidak dilakukan kontrol sebelumnya menggerinda baik pada mesin ataupun batu gerindanya. 

Selain beberapa hal itu diatas saya sangka ada banyak sebab-sebab lain yang terlewati.

MENGANTISIPASI TERJADINYA KECELAKAAN KERJA

Beberapa langkah untuk menghadapi terjadinya kecelakaan kerja ketika menggerinda

  1. Pakai APD seperti kacamata, face shield, sarung tangan dan sebagainya.
  2. Jangan melepas safety cover/bagian pelindung cakram.
  3. Selalu check keadaan cakram dari keretakan. Ketuk cakram dengan tangkai obeng, bila terdengar nada cempreng bermakna ada sinyal tanda retak, janganlah digunakan.
  4. Check kecepatan/rpm pada batu gerinda dengan rpm pada mesin gerinda. Rpm batu gerinda harus sama atau semakin besar dari rpm mesin gerinda.
  5. Pastikan benda kerja, dan perlengkapan yang lain telah pada posisi yang benar.
  6. Pakai cakram sesuai sama type dan benda kerjanya.
  7. Pastikan colokan listrik telah dicabut saat menempatkan cakram.
  8. Pemasangan cakram harus tepat pada dudukan dan dikunci rapat.
  9. Pemakaian cakram yng habis optimal 1/3 dari diameter cakram yang baru.
  10. Janganlah pakai baju kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan yang lain yang sangat mungkin jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda.
  11. Janganlah tinggalkan mesin gerinda dalam kondisi hidup, pastikan mesin mati ketika meninggalkan.
  12. Semua Gerinda harus dalam keadaan layak gunakan dan telah diinspeksi. 

Semestinya ada banyak beberapa langkah antisipasi yang belum tersampaikan tetapi sekurang-kurangnya beberapa langkah itu telah cukup untuk meminimalkan bahkan juga hindari terjadinya cidera.

Image result for Cara Tepat Memilih Sepatu Olahraga

Untuk memperoleh latihan yang tepat, sebaiknya terlebih dulu menyiapkan, apa sajakah yang di perlukan agar bisa berjalan dengan baik. Bila memakai sepatu dengan tidak tepat, maka akan mengalami banyak hal yg tidak meneyenangkan, seperti lecet di bagain kaki, sakit dibagian betis, nyeri dibagian lutut, punggung dan lain sebagainya. Mungkin kamu pernah merasakannya.

Di saat melakukan berolahraga, maka akan memerlukan sepatu untuk menyokong badan di saat mengerjakannya. Dengan melakukan berolahraga pastinya akan bikin badan bergerak lebih aktif dan bikin gerakan yang fleksibel.

Karena banyaknnya gerakan yang dilakukan berolahraga, maka banyak perusahaan yang bikin sepatu berolahraga yang telah dapat digunakan sesuai keperluan kita. Dan pastinya sepatu berolahraga di buat yang di cocokkan dengan keperluan kegiatan itu. Sangat banyak tipe sepatu berolahraga yang dapat pilih sesuai sama type berolahraga yang kamu kerjakan. Umpamanya berolahraga kamu lari, maka tinggal di cocokkan saja sepatu yang di pilihnya.

Tersebut disini tips memilih sepatu safety yang bisa kita gunakan untuk keperluan olahraga

Sepatu untuk lari 
Sepatu type ini dapat menolong memudahkan sewaktu melakukan berolahraga lari, karena di saat mengerjakannya dapat bikin menekuk sewaktu melakukan lari. Tetapi type ini tidak dapat dipakai untuk keperluan berolahraga yang lain, seperti berolahraga tenis yang banyak menggerakan kaki ke arah samping.

Sepatu tenis dan squash 
Sepatu yang satu ini, adalah type sepatu untuk melakukan berolahraga yang banyak gerakan, seperti berolahraga tenis. Sepatu type ini sedikit agak berat dibanding dengan sepaatu untuk lari, tetapi baiknya pakai sepatu yang khusus yang bisa menolong untuk bikin gerakan lebih fleksibel.

Sepatu sepakbola 
Sepatu type ini, baiknya di upayakan memiliki kekuatan yang bisa meredam bentrokan dari bola, karena berolahraga ini, memiliki banyak gerakan yang bisa bikin bentrokan anatara bola dan sepatu. Maka baiknya pastikan terlebih dulu sepatu safety jakarta yang di gunakan, bila tidak memakai dengan macamnya, maka akan membaut kaki jadi kepalan di sekitar kulit.

Sepatu Cross triners 
Sepatu type ini memiliki banyak dipakai untuk aktivitas berolahraga, lari, tenis dan aerobik, karena memiliki kelenturan dan fleksibel yang bisa dipakai dengan berbagai kerakan menyamping dan kedepan, seperti lari.

Berikut diatas beberapa keterangan mengenai cara memilih sepatu untuk di dipakai untuk melakukan berolahraga. Dengan memilih type sepatu yang tepat, maka berolahraga yang tengah dilakukan dapat dilakukan dengan baik.

Cara Tepat Memilih Sepatu Olahraga

Image result for Cara Tepat Memilih Sepatu Olahraga

Untuk memperoleh latihan yang tepat, sebaiknya terlebih dulu menyiapkan, apa sajakah yang di perlukan agar bisa berjalan dengan baik. Bila memakai sepatu dengan tidak tepat, maka akan mengalami banyak hal yg tidak meneyenangkan, seperti lecet di bagain kaki, sakit dibagian betis, nyeri dibagian lutut, punggung dan lain sebagainya. Mungkin kamu pernah merasakannya.

Di saat melakukan berolahraga, maka akan memerlukan sepatu untuk menyokong badan di saat mengerjakannya. Dengan melakukan berolahraga pastinya akan bikin badan bergerak lebih aktif dan bikin gerakan yang fleksibel.

Karena banyaknnya gerakan yang dilakukan berolahraga, maka banyak perusahaan yang bikin sepatu berolahraga yang telah dapat digunakan sesuai keperluan kita. Dan pastinya sepatu berolahraga di buat yang di cocokkan dengan keperluan kegiatan itu. Sangat banyak tipe sepatu berolahraga yang dapat pilih sesuai sama type berolahraga yang kamu kerjakan. Umpamanya berolahraga kamu lari, maka tinggal di cocokkan saja sepatu yang di pilihnya.

Tersebut disini tips memilih sepatu safety yang bisa kita gunakan untuk keperluan olahraga

Sepatu untuk lari 
Sepatu type ini dapat menolong memudahkan sewaktu melakukan berolahraga lari, karena di saat mengerjakannya dapat bikin menekuk sewaktu melakukan lari. Tetapi type ini tidak dapat dipakai untuk keperluan berolahraga yang lain, seperti berolahraga tenis yang banyak menggerakan kaki ke arah samping.

Sepatu tenis dan squash 
Sepatu yang satu ini, adalah type sepatu untuk melakukan berolahraga yang banyak gerakan, seperti berolahraga tenis. Sepatu type ini sedikit agak berat dibanding dengan sepaatu untuk lari, tetapi baiknya pakai sepatu yang khusus yang bisa menolong untuk bikin gerakan lebih fleksibel.

Sepatu sepakbola 
Sepatu type ini, baiknya di upayakan memiliki kekuatan yang bisa meredam bentrokan dari bola, karena berolahraga ini, memiliki banyak gerakan yang bisa bikin bentrokan anatara bola dan sepatu. Maka baiknya pastikan terlebih dulu sepatu safety jakarta yang di gunakan, bila tidak memakai dengan macamnya, maka akan membaut kaki jadi kepalan di sekitar kulit.

Sepatu Cross triners 
Sepatu type ini memiliki banyak dipakai untuk aktivitas berolahraga, lari, tenis dan aerobik, karena memiliki kelenturan dan fleksibel yang bisa dipakai dengan berbagai kerakan menyamping dan kedepan, seperti lari.

Berikut diatas beberapa keterangan mengenai cara memilih sepatu untuk di dipakai untuk melakukan berolahraga. Dengan memilih type sepatu yang tepat, maka berolahraga yang tengah dilakukan dapat dilakukan dengan baik.


Related image
Sepatu lukis memang di kenal sebagai sepatu custom yang benar-benar unik karena design lukisan atau gambarnya perlu perencanaan dan eksekusi dari tangan yang ahli dalam melukis atau menggambar. Bila pengrajinnya tidak bisa menggambar atau melukis dengan baik, terlebih di medium yang kecil, maka sepatu lukis yang dibuat mungkin jelek, tidak mirip dengan contoh referensi, atau tidak sesuai dengan keinginan pembeli.

Oke, dari situ, mungkin ada asumsi kalau orang yg tidak dapat melukis atau menggambar tidak dapat bikin sepatu lukis yang bagus. Well, mungkin memang ada beberapa bentuk design sepatu lukis yg tidak dapat di buat (seperti yang memasukkan gambar karakter, logo, dan semacamnya). Namun bukanlah bermakna anda sekalipun tidak dapat bikin sepatu lukismu sendiri. Dengan modal masking tape anda dapat melukis semua tubuh sepatumu jadi sepatu lukis yang keren.

Langkahnya mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja selama orang itu dapat mengecat dengan rapi. Cukup kumpulkan bahan dan alat dan ikuti beberapa langkah berikut ini :

Alat dan bahan 
  • Sepatu
  • Masking tape
  • Kuas
  • Cat akrilik (untuk hasil paling baik, pakai akrilik Angelus yang memang khusus untuk sepatu lukis). Warna sesuai hasrat
  • Cutter atau pisau kertas
  • Kertas koran bekas
  • Stensil (bila perlu) 
Cara membuat 

1. Rencanakan design yang akan kamu bikin terlebih dulu.

Ingin serumit atau sesederhana apa pun design sepatu safety lukis yang akan kamu bikin, anda tetaplah harus bikin rancangan design yang akan kamu bikin diatas kertas sebelumnya diterapkan di sepatunya. Bagaimana bentuk desainnya? Dibagian mana saja sepatunya akan dilukis? Warna apa yang akan digunakan, dan dimana saja?

Begitu, kamu paham.kamu mengerti benar seberapa panjang lebar masking tape yang anda butuhkan, stensil apa yang anda butuhkan, dan dimana saja anda harus tempelkan masking tape dan stensilnya. Lalu anda akan tahu dibagian mana anda akan memakai catmu.

2. Isi sepatunya dengan gumpalan kertas 
Agar anda dapat melukisnya dengan nyaman dan lebih rapi, anda dapat isi sepatunya dengan kertas koran sisa yang digumpal untuk menjaga bentuk sepatunya.

3. Tutupi bagian yang perlu dengan masking tape 

Setelah bikin rancangan design, kamu paham.kamu mengerti bagian mana saja dari sepatumu yg tidak bisa terserang cat, yang bermakna harus ditutupi dengan masking tape. Tarik masking tape-nya sesuai sama yang dibutuhukan. Potong juga maksing tape-nya agar lebarnya sesuai. Kemudian, tempelkan dibagian yang perlu ditutupi sesuai sama yang ada di rancangan desainmu.

Tenang saja, masking tape akan tidak meninggalkan sisa lem bila dilepaskan dari sepatumu kelak.

4. Tempelkan stensilnya (bila anda memakai stensil) 

Bila anda merencanakan memakai stensil, gunakan stensilnya di sepatumu. Pastikan stensilnya cukup tebal agar ketika dicat, bagian tepi stensinya tidak tembus ke sepatumu.

5. Lukis (atau cat) sepatunya dengan cat akrilik 

Setelah anda tutup bagian yang perlu anda tutup dengan masking tape, anda dapat melukis sepatumu dengan aman. Lukis bagian yang anda kehendaki dengan warna yang sesuai sama gagasan rancanganmu. Maskin tape akan menghindar catnya meleber ke bagian yg tidak dikehendaki. Namun, bagaimanapun anda tetaplah harus melukis atau mewarnainya dengan hati-hati, terlebih bila lebar masking tape yang anda tempelkan cukup tidak tebal. Lukis dan beri warna sampai semua ruang telah diwarna atau dilukis sesuai sama rancangan desainmu.

6. Terlepas masking tape-nya dan tunggulah catnya kering 

Setelah anda melukis atau memberi warna semua bagian yang perlu, anda dapat melepas masking tape yang melekat di sepatu safety jakarta.

7. Bila perlu, ulangilah langkah 2 seterusnya 

Bila anda miliki design yang sedemikian rupa sampai anda harus mengulangi langkah dari tempelkan masking tape sampai usai. Misalnya, anda ingin melukis sepatumu dengan motif kotak-kotak dengan dua warna yang lain dengan warna basic sepatumu (contoh warna kuning dan hitam diatas sepatu putih). Itu bermakna anda harus mempersiapkan beberapa masking tape yang dipotong berupa kotak yang ukurannya sama lalu melukis dengan satu warna. Kemudian anda harus menutupi bagian yang telah dilukis dengan masking tape baru lalu melukiska warna keduanya.

8. Selesai 

Memang, dengan langkah tersebut, design sepatu lukis yang dapat kamu bikin sendiri masihlah terbatas. Walau demikian, seandainya anda dapat rapi, anda dapat bikin sepatu lukis yang menarik dan unik.

Langkah Membuat Sepatu Lukis Sendiri


Related image
Sepatu lukis memang di kenal sebagai sepatu custom yang benar-benar unik karena design lukisan atau gambarnya perlu perencanaan dan eksekusi dari tangan yang ahli dalam melukis atau menggambar. Bila pengrajinnya tidak bisa menggambar atau melukis dengan baik, terlebih di medium yang kecil, maka sepatu lukis yang dibuat mungkin jelek, tidak mirip dengan contoh referensi, atau tidak sesuai dengan keinginan pembeli.

Oke, dari situ, mungkin ada asumsi kalau orang yg tidak dapat melukis atau menggambar tidak dapat bikin sepatu lukis yang bagus. Well, mungkin memang ada beberapa bentuk design sepatu lukis yg tidak dapat di buat (seperti yang memasukkan gambar karakter, logo, dan semacamnya). Namun bukanlah bermakna anda sekalipun tidak dapat bikin sepatu lukismu sendiri. Dengan modal masking tape anda dapat melukis semua tubuh sepatumu jadi sepatu lukis yang keren.

Langkahnya mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja selama orang itu dapat mengecat dengan rapi. Cukup kumpulkan bahan dan alat dan ikuti beberapa langkah berikut ini :

Alat dan bahan 
  • Sepatu
  • Masking tape
  • Kuas
  • Cat akrilik (untuk hasil paling baik, pakai akrilik Angelus yang memang khusus untuk sepatu lukis). Warna sesuai hasrat
  • Cutter atau pisau kertas
  • Kertas koran bekas
  • Stensil (bila perlu) 
Cara membuat 

1. Rencanakan design yang akan kamu bikin terlebih dulu.

Ingin serumit atau sesederhana apa pun design sepatu safety lukis yang akan kamu bikin, anda tetaplah harus bikin rancangan design yang akan kamu bikin diatas kertas sebelumnya diterapkan di sepatunya. Bagaimana bentuk desainnya? Dibagian mana saja sepatunya akan dilukis? Warna apa yang akan digunakan, dan dimana saja?

Begitu, kamu paham.kamu mengerti benar seberapa panjang lebar masking tape yang anda butuhkan, stensil apa yang anda butuhkan, dan dimana saja anda harus tempelkan masking tape dan stensilnya. Lalu anda akan tahu dibagian mana anda akan memakai catmu.

2. Isi sepatunya dengan gumpalan kertas 
Agar anda dapat melukisnya dengan nyaman dan lebih rapi, anda dapat isi sepatunya dengan kertas koran sisa yang digumpal untuk menjaga bentuk sepatunya.

3. Tutupi bagian yang perlu dengan masking tape 

Setelah bikin rancangan design, kamu paham.kamu mengerti bagian mana saja dari sepatumu yg tidak bisa terserang cat, yang bermakna harus ditutupi dengan masking tape. Tarik masking tape-nya sesuai sama yang dibutuhukan. Potong juga maksing tape-nya agar lebarnya sesuai. Kemudian, tempelkan dibagian yang perlu ditutupi sesuai sama yang ada di rancangan desainmu.

Tenang saja, masking tape akan tidak meninggalkan sisa lem bila dilepaskan dari sepatumu kelak.

4. Tempelkan stensilnya (bila anda memakai stensil) 

Bila anda merencanakan memakai stensil, gunakan stensilnya di sepatumu. Pastikan stensilnya cukup tebal agar ketika dicat, bagian tepi stensinya tidak tembus ke sepatumu.

5. Lukis (atau cat) sepatunya dengan cat akrilik 

Setelah anda tutup bagian yang perlu anda tutup dengan masking tape, anda dapat melukis sepatumu dengan aman. Lukis bagian yang anda kehendaki dengan warna yang sesuai sama gagasan rancanganmu. Maskin tape akan menghindar catnya meleber ke bagian yg tidak dikehendaki. Namun, bagaimanapun anda tetaplah harus melukis atau mewarnainya dengan hati-hati, terlebih bila lebar masking tape yang anda tempelkan cukup tidak tebal. Lukis dan beri warna sampai semua ruang telah diwarna atau dilukis sesuai sama rancangan desainmu.

6. Terlepas masking tape-nya dan tunggulah catnya kering 

Setelah anda melukis atau memberi warna semua bagian yang perlu, anda dapat melepas masking tape yang melekat di sepatu safety jakarta.

7. Bila perlu, ulangilah langkah 2 seterusnya 

Bila anda miliki design yang sedemikian rupa sampai anda harus mengulangi langkah dari tempelkan masking tape sampai usai. Misalnya, anda ingin melukis sepatumu dengan motif kotak-kotak dengan dua warna yang lain dengan warna basic sepatumu (contoh warna kuning dan hitam diatas sepatu putih). Itu bermakna anda harus mempersiapkan beberapa masking tape yang dipotong berupa kotak yang ukurannya sama lalu melukis dengan satu warna. Kemudian anda harus menutupi bagian yang telah dilukis dengan masking tape baru lalu melukiska warna keduanya.

8. Selesai 

Memang, dengan langkah tersebut, design sepatu lukis yang dapat kamu bikin sendiri masihlah terbatas. Walau demikian, seandainya anda dapat rapi, anda dapat bikin sepatu lukis yang menarik dan unik.

Image result for Sepatu Suede style

Bila Kamu pencinta sepatu memiliki bahan suede, tentu sangatlah familiar dengan pengalaman sepatu yang kotor ketika musim penghujan. Sepatu memiliki bahan suede memang memerlukan perawatan dan perlakuan khusus untuk bersihkan noda akibat genangan air hujan. Bila salah perlakuan, hanya akan bikin noda jadi tambah kronis dan sulit di hilangkan.

Bahan suede terbuat dari kulit sapi bagian dalam. Berbeda dengan bahan kulit yang telah di kenal pada umumnya, bahan suede memiliki struktur halus, nyaris mirip beludru. Tetapi, suede lebih rawan dan cepat kotor apabila dibanding dengan bahan kulit ataupun beludru. Oleh karena itu, pemakai sepatu memiliki bahan suede harus waspada memakainya dalam keadaan hujan seperti saat ini.

1. Sikat dengan Benar 

Bila terserang noda, sepatu safety berbahan suede kurang di rendam dan diciprati air. Kamu memerlukan sikat khusus suede untuk menolong memaksimalkan pembersih khusus bahan suede. Basahkan sedikit saja air pada noda, lalu sikat satu arah untuk bersihkan nodanya. Hati-hati juga dalam menyikat, upayakan janganlah terlalu keras karena akan mengakibatkan warna sepatu luntur hingga Kamu harus menyikat keseluruhnya permukaan sepatu bila tidak mau terlihat ketidaksamaan warnanya. Alternatif lain untuk menggosok-gosok yaitu dengan memakai pengikir kuku dan tisu.

2. Cuka 

Ya, cuka dapat menolong menyingkirkan noda di sepatu suede Kamu. Noda cokelat karena cipratan tanah atau bahkan juga makanan dan minuman dapat hilang dengan cuka. Terapkan sedikit saja cuka pada noda, lalu keringkan dengan kain, dan diamkan. Lalu, sikatlah dengan lembut dibagian noda itu dengan cara searah. Janganlah cemas bau cuka akan mengganggu Kamu, karena bau itu akan hilang kurun waktu satu hari.

3. Pastikan Kering 

Bila Kamu menyikat dan bersihkan sepatu dalam kondisi sepatu basah kuyup, dapat di pastikan bentuk sepatu yang paling disayangi Kamu akan beralih. Baiknya kerjakan pembersihan dalam kondisi kering dan terapkan air hanya pada noda saja, dan dalam kandungan yang sedikit saja. Untuk melindungi bentuk sepatu ketika dibersihkan, Kamu dapat mengganjal sepatu dengan kertas kosong. Janganlah pakai kertas koran karena di kuatirkan tinta dari koran akan luntur dan mengotori sepatu.

4. Gunakan Pelindung 

Pelindung khusus material memiliki bahan suede sangat menolong menghindar menempelnya kotoran. Pelindung suede bekerja seperti tabir surya untuk sepatu safety jakarta suede yang paling disayangi Kamu. Product ini biasanya berupa spray yang disemprotkan ke permukaan sepatu, dan sangat bermanfaat kurangi kotoran yang melekat.

Memang memerlukan beberapa tehnik dan cara agar tampil stylish dengan sepatu suede di musim hujan. Sepatu suede yang basah akan mudah cepat rusak dan kotor bila Kamu tidak waspada memakainya. Pastikan ikuti beberapa langkah diatas untuk meminimalkan rusaknya yang dapat terjadi pada sepatu yang paling disayangi Kamu.

Cara Melindungi Sepatu Suede di Musim Hujan

Image result for Sepatu Suede style

Bila Kamu pencinta sepatu memiliki bahan suede, tentu sangatlah familiar dengan pengalaman sepatu yang kotor ketika musim penghujan. Sepatu memiliki bahan suede memang memerlukan perawatan dan perlakuan khusus untuk bersihkan noda akibat genangan air hujan. Bila salah perlakuan, hanya akan bikin noda jadi tambah kronis dan sulit di hilangkan.

Bahan suede terbuat dari kulit sapi bagian dalam. Berbeda dengan bahan kulit yang telah di kenal pada umumnya, bahan suede memiliki struktur halus, nyaris mirip beludru. Tetapi, suede lebih rawan dan cepat kotor apabila dibanding dengan bahan kulit ataupun beludru. Oleh karena itu, pemakai sepatu memiliki bahan suede harus waspada memakainya dalam keadaan hujan seperti saat ini.

1. Sikat dengan Benar 

Bila terserang noda, sepatu safety berbahan suede kurang di rendam dan diciprati air. Kamu memerlukan sikat khusus suede untuk menolong memaksimalkan pembersih khusus bahan suede. Basahkan sedikit saja air pada noda, lalu sikat satu arah untuk bersihkan nodanya. Hati-hati juga dalam menyikat, upayakan janganlah terlalu keras karena akan mengakibatkan warna sepatu luntur hingga Kamu harus menyikat keseluruhnya permukaan sepatu bila tidak mau terlihat ketidaksamaan warnanya. Alternatif lain untuk menggosok-gosok yaitu dengan memakai pengikir kuku dan tisu.

2. Cuka 

Ya, cuka dapat menolong menyingkirkan noda di sepatu suede Kamu. Noda cokelat karena cipratan tanah atau bahkan juga makanan dan minuman dapat hilang dengan cuka. Terapkan sedikit saja cuka pada noda, lalu keringkan dengan kain, dan diamkan. Lalu, sikatlah dengan lembut dibagian noda itu dengan cara searah. Janganlah cemas bau cuka akan mengganggu Kamu, karena bau itu akan hilang kurun waktu satu hari.

3. Pastikan Kering 

Bila Kamu menyikat dan bersihkan sepatu dalam kondisi sepatu basah kuyup, dapat di pastikan bentuk sepatu yang paling disayangi Kamu akan beralih. Baiknya kerjakan pembersihan dalam kondisi kering dan terapkan air hanya pada noda saja, dan dalam kandungan yang sedikit saja. Untuk melindungi bentuk sepatu ketika dibersihkan, Kamu dapat mengganjal sepatu dengan kertas kosong. Janganlah pakai kertas koran karena di kuatirkan tinta dari koran akan luntur dan mengotori sepatu.

4. Gunakan Pelindung 

Pelindung khusus material memiliki bahan suede sangat menolong menghindar menempelnya kotoran. Pelindung suede bekerja seperti tabir surya untuk sepatu safety jakarta suede yang paling disayangi Kamu. Product ini biasanya berupa spray yang disemprotkan ke permukaan sepatu, dan sangat bermanfaat kurangi kotoran yang melekat.

Memang memerlukan beberapa tehnik dan cara agar tampil stylish dengan sepatu suede di musim hujan. Sepatu suede yang basah akan mudah cepat rusak dan kotor bila Kamu tidak waspada memakainya. Pastikan ikuti beberapa langkah diatas untuk meminimalkan rusaknya yang dapat terjadi pada sepatu yang paling disayangi Kamu.

Popular Posts